
Rongga mulut yang tidak bersih berisiko menimbulkan penyakit-penyakit lain, seperti yang dilansir Ehow berikut ini.
# Lubang Gigi
Gigi berlubang tidak hanya rentan pada usia anak-anak, orang dewasa juga bisa mendapatkan gigi berlubang. Plak dalam gigi bisa muncul bila Anda makan banyak makanan kaya karbohidrat, seperti roti, permen, kue, dan soda tanpa dibarengi dengan perawatan mulut yang tepat. Plak menggerogoti gigi dan menyebabkan lubang kecil muncul pada gigi.
# Bau Mulut
Bau mulut sering disebut sebagai halitosis. Bau mulut dapat terjadi karena terjebaknya partikel makanan di dalam mulut. Kemudian sisa makanan tersebut akan bercampur dengan bakteri, lalu menempel dan menyebabkan bau yang tidak sedap.
Bau mulut ini bisa dikurangi atau dicegah dengan flossing dan menyikat gigi dangan pasta gigi ber-fluoride paling tidak dua kali sehari. Bagian belakang lidah rentan terhadap bakteri. Oleh karena itu, sikat dan bersihkan lidah anda setiap kali Anda menyikat gigi.
Mempunyai kesehatan mulut yang baik adalah sangat penting untuk menghindari bau mulut. Bau mulut ini juga bisa dikurangi dengan cara mengonsumsi makanan atau minuman tertentu. Tips untuk mengatasi bau mulut secara alami dapat dilihat di sini.
# Penyakit Periodental
Kesehatan mulut yang baik bisa membantu mencegah penyakit periodental. Fase pertama dari penyakit periodental disebut gingivitis. Pembentukan plak pada gigi merupakan pemicu gingivitis ini.
Plak akan memengaruhi gusi dan membuat gusi tampak bengkak dan merah. Gusi Anda mungkin berdarah ketika Anda menyikat gigi. Bila tidak diobati, radang gusi bisa berkembang menjadi periodontitis, yang menyebabkan tulang dan jaringan yang mendukung gigi akan memburuk.
# Penyakit Jantung
Bakteri yang berasal dari mulut karena perawatan gigi yang tidak tepat bisa memasuki aliran darah. Hal ini bisa menyebabkan bekuan darah terbentuk dalam arteri, yang bisa memicu stroke atau serangan jantung.