Serangan Jantung dan Penyakit Jantung Koroner - Ngintips-Kesehatan

Rabu, 08 Mei 2013

Serangan Jantung dan Penyakit Jantung Koroner

Serangan Jantung dan Penyakit Jantung Koroner
Penyakit kardiovaskuler, terutama jantung koroner, yang ditandai dengan serangan jantung, masih menempati urutan teratas penyebab kematian di Indonesia. Serangan jantung bisa terjadi seiring dengan berlanjutnya proses aterosklerosis. Apa itu aterosklerosis? Aterosklerosis yaitu terjadinya penyempitan dan pengerasan dinding pembuluh darah arteri akibat terbentuknya plak kolesterol (aterum) di dalam pembuluh darah.

Aterosklerosis terbentuk secara lambat dan berlanjut, dimulai dari masa kanak-kanak dan terus berlangsung sampai puluhan tahun. Hingga pada akhirnya pembuluh darah arteri yang memberikan suplai darah dan oksigen ke otot jantung gagal menjalankan tugasnya karena adanya plak kolesterol terlepas dan menyumbat pembuluh darah itu atau timbunan plak tebal sekali. Jika hal ini terjadi, maka muncullah gejala serangan jantung.

Serangan jantung dapat dicegah dengan cara memperlambat proses aterosklerosis melalui faktor risikonya. Faktor risiko serangan jantung secara umum terbagi menjadi dua bagian. Faktor yang pertama adalah risiko yang tidak dapat diubah, yaitu usia, jenis kelamin, keturunan, dan bentuk badan.

Faktor risiko yang ke-dua adalah risiko yang dapat dikendalikan, yaitu merokok, stres, obesitas, tekanan darah tinggi, kadar gula dalam darah, kurang beraktivitas atau berolahraga, dan kadar lipid atau lemak dalam darah (kolesterol).

Faktor risko yang dapat dikendalikan ini berhubungan dengan gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat. Untuk itu, kendalikanlah faktor-faktor risiko tersebut agar terhindar dari penyakit yang mengerikan ini.

Kolesterol sering disebut-sebut sebagai biang keladi aterosklerosis dan penyakit jantung koroner (PJK). Zat ini berasal dari makanan dan hasil produksi hati. Makanan yang mengandung kolesterol adalah makanan yang berasal dari protein hewani, sedangkan makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan tidak mengandung kolesterol.

Untuk menjaga kesehatan jantung, sebaiknya kita memerhatikan jumlah asupan kolesterol dan lemak jenuh seperti yang terdapat pada daging sapi dan produk susu supaya kadar kolesterol dan LDL (low-density lipoproteins) terjaga.

Untuk mengetahui faktor risiko aterosklerosis dan PJK, perlu dilakukan pemantauan terhadap kadar lemak dalam darah yang di dalamnya mengandung lima senyawa, yaitu:
  1. LDL (low-density lipoproteins) yang sering dijuluki sebagai "kolesterol jahat",
  2. HDL (high-density lipoproteins) yang disebut sebagai "kolesterol baik",
  3. IDL (intermediate-density lipoproteins),
  4. VLDL (very low-density lipoproteins),
  5. kilomikron.

Kelima senyawa di atas masing-masing mengandung trigeliserida, kolesterol, fosfolipid, dan protein dalam kadar yang bervariasi. Senyawa-senyawa tersebut mempunyai tugas yang berbeda-beda dalam hal pengangkutan bahan hasil metabolisme makanan. Contohnya, HDL mengandung lebih banyak protein daripada LDL. HDL disebut "kolesterol baik" karena bekerja membuang kolesterol dari darah melalui hati sehingga arteri terlindung dari proses aterosklerosis. Pria dengan kadar HDL dalam darah yang rendah berisiko tinggi terkena serangan jantung.

Untuk mengetahui kadar lipid dalam darah, dokter biasanya meminta kita memeriksakan unsur-unsur berikut ini lewat laboratorium.
  • Kadar kolesterol total yaitu gabungan dari LDL, HDL, IDL, dan VLDL
  • LDL
  • HDL
  • Trigeliserida

Kadar Lemak

Tes
Nilai Normal (mg/dl)
Kolesterol Total
< 200
LDL
< 130
HDL
> 45
Trigeliserida
< 200

Kadar kolesterol total, LDL, dan trigeliserida yang tinggi menunjukkan adaya risiko terkena serangan jantung koroner.